"Tentunya KOI membutuhkan pertemuan-pertemuan dengan cabor anggota KOI secara intens agar di Asian Games kami dapat membuktikan sukses prestasi dan penyelenggaraan," kata Hellen kepada awak media dalam konfrensi pers refleksi akhir tahun di Kantor KOI, Senayan, Kamis (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KOI juga telah membawa kontingen Indonesia tampil di beberapa multi-event Internasional seperti Asian Youth Games di Yakutsk, Rusia, Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, dan Asian Beach Games di Danang, Vietnam. Semuanya berhasil sesuai target di event-event tersebut.
Sayangnya, kinerja KOI selama 2016 dicederai dengan kasus penyalahgunaan anggaran yang menyeret dua Komite Eksekutif (KE), yakni Sekjen Doddy Iswandi dan Bendahara Umum Anjas Rivai. Keduanya menjadi tersangka kasus korupsi dana sosialisasi Karnaval Road to Asian Games 2018 di enam kota.
Meski keduanya masih berstatus sebagai KE KOI, saat ini Doddy dan Anjas disebut Hellen tidak lagi mendatangi kantor KOI. Pekerjaan keduanya pun diambil alih oleh wakilnya masing-masing.
Pekerjaan Doddy sebagai Sekjen dilanjutkan Dasril Anwar sebagai wakil. Sedangkan Adinda Yuanita menggantikan peran Anjas sebagai Bendahara.
"Semua masih berjalan dengan baik. Di AD/ART KOI tidak mengatur bahwa anggota yang menjadi tersangka untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai KE," kata Hellen.
"Sikap kami adalah menghormati proses hukum yang berjalan di Polda Metro Jaya. Kami juga turut prihatin atas masalah ini," imbuhnya. (har/bac)