James dan Bryant bahkan tetap memuji semangat bertarung Rousey meski kalah dalam waktu kurang dari satu menit.
"Dalam dunia olahraga, secara umum, diri kami dibentuk hingga mencapai tingkatan yang tertinggi, dan kemudian jatuh dalam kekalahan," kata James seperti yang dikutip dari The Guardian, Senin (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
James sebelumnya pernah dikritik habis-habisan setelah meninggalkan Cleveland Cavaliers dengan status bebas transfer, untuk bergabung ke Miami Heat pada 2010.
Namun James kemudian kembali lagi ke Cavs pada 2014. Dua tahun kemudian, ia bangkit dari hujatan para penggemarnya dengan membawa Cavs juara.
Sementara itu, Bryant pun memberi simpati yang serupa kepada Rousey melalui cuitannya di Twitter.
Dia mengatakan masyarakat terutama media, harus memahami kondisi fisik dan psikologi yang dialami para atlet atas penilaian yang berlebihan terhadap suatu fenomena, seperti kekalahan yang dialami Rousey.
"Dibandingkan bertepuk tangan untuk Ronda Rousey, mari beranjak dari tempat duduk dan bertepuk tangan untuknya yang sudah membesarkan olahraga seni bela diri campuran ini," ucap legenda Los Angeles Lakers tersebut.
Sebelum bertanding lawan Nunes, Rousey sempat setahun absen dari ajang UFC usai dikalahkan Holly Holm di Australia pada November 2015.
Rousey kemudian sempat mengungkapkan bahwa pertempuran dia selanjutnya melawan Nunes menjadi salah satu pertarungan terakhirnya di ajang UFC. (bac)