CEO Bhayangkara FC Gede Widiade menjelaskan, pihaknya telah mengikat McMenemy untuk dua musim ke depan. Namun, kinerjanya akan dievaluasi setiap musimnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia juga bekas pemain. Jadi ia bisa mengerti pemain. Ia juga punya rekam jejak yang lumayan bagus di Indonesia dan Filipina. Sikap yang bagus dan program kerjanya juga jelas saat presentasi," jelasnya.
"Kalau misalnya pelatihnya tukang keluar malam, tukang minum-minum, pemainnya juga akan jadi keikutan. Citra klub juga jelek. Tapi, kalau pelatih punya badan bagus, jaga makan, tidak suka keluyuran malam, itu bisa jadi contoh yang bagus buat tim juga buat lingkungan di sekitarnya," beber Gede.
Pelatih berusia 39 tahun itu sebenarnya sudah tidak asing dengan sepak bola Indonesia. Ia juga pernah menjadi pelatih untuk Mitra Kukar pada musim 2011-2012 dan Pelita Bandung Raya pada 2013.
McMenemy juga pernah dipercaya untuk menukangi tim nasional Filipina pada 2010. Empat tahun berselang, ia kembali ke Filipina untuk menangani Loyola Meralco Sparks, pada 2014-2016. (jun)