Hal tersebut diungkapkan Heru berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Teknis yang digelar di Jakarta pada 20 Desember 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heru juga menyebut, sebenarnya ia ingin agar proses pembentukan tim itu berlangsung cepat. Tapi, kesibukan PSSI untuk menggelar Kongres Tahunan di Bandung, Minggu (8/1) membuat proses itu tidak secepat yang diharapkan.
Sementara itu, Heru juga masih enggan mengungkapkan nasib dari tim-tim yang bermasalah. Salah satu di antaranya adalah Bhayangkara FC yang terus berganti nama sebelum diambil alih Kepolisian Republik Indonesia, dan PS TNI yang sebelumnya bernama Persiram Raja Ampat.
"Saya belum bisa berkomentar, karena belum ada ketentuan dan kepastian siapa saja pesertanya. Nasib klub-klub yang dipermasalahkan itu juga belum pasti, apakah mereka akan ikut di kompetisi musim ini atau tidak. Semua masih menunggu hasil kongres nanti," pungkas Heru. (kid)