Sepak Bola, 'Cinta' Kedua Michael Schumacher

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Selasa, 03/01/2017 20:27 WIB
Sepak Bola, 'Cinta' Kedua Michael Schumacher Michael Schumacher sering kali terlibat dalam ajang-ajang sepak bola amal sepanjang kariernya. (AFP PHOTO / ARIS MESSINIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia Formula 1 bukan satu-satunya olahraga yang punya tempat dalam hidup Michael Schumacher. Pebalap yang pernah tujuh kali juara dunia itu pun pandai mengolah si kulit bundar.

Ya, sepak bola merupakan salah satu hobinya selain berkuda. Schumacher, pebalap yang pada Selasa (3/1) ini genap 48 tahun, juga sempat beberapa kali tampil bersama FC Echichens, klub sepak bola Divisi Dua di Liga Sepak Bola Swiss.

Dan, ternyata di sela-sela kegiatannya menjajal ajang balapan, Schumacher juga sempat tampil di sejumlah pertandingan sepak bola amal.


Salah satu penampilan Schumacher dalam lapangan hijau adalah dalam sebuah pertandingan amal bertajuk Match against Poverty (Pertandingan melawan Kemiskinan) di ibukota Spanyol pada 16 Desember 2004.

Berdasarkan FIFA.com, pertandingan yang digelar di Santiago Bernabeu tersebut sekaligus menjadi sebuah gerakan olahraga untuk menolak rasisme, terorisme, dan ketakutan.

Kala itu, kota Madrid sedang dalam masa berkabung setelah pada 11 Maret 2004 terjadi aksi teror di jalur kereta Cercanias di Stasiun Kereta Nuevos Ministerios Cercanias, Madrid. Total 191 orang meninggal dunia, sementara 2.050 lainnya menderita luka ringan karena ledakan bom.

Dalam pertandingan amal tersebut, Schumacher bermain satu lapangan dengan sejumlah bintang sepak bola seperti Iker Casillas, Roberto Carlos, David Beckham, dan Ronaldo.

Selain menggemari bermain bola, Schumacher juga merupakan suporter FC Cologne, kesebelasan dari kampung halamannya.

“Kegemaran saya terhadap sepak bola bisa ditelusuri pada hari-hari Toni Schumacher dan Pierre Littbarski, dua pesepak bola timnas Jerman,” kata Schumacher pada situs resmi FIFA.

“Ketika saya masih anak-anak, keduanya adalah pesepak bola paling hebat di mata saya. Keduanya bermain dengan FC Cologne, klub yang saya dukung.”

Meski menyukai kesebelasan itu, Schumacher sendiri dikenal sebagai penggemar klub Inggris Newcastle United. Ia juga sangat mengagumi Alan Shearer, pemain legendaris Newcastle. Ketika masih menjadi pengemudi Ferrari, Schumi pun sering mengamati pertandingan Juventus – tim yang memang memiliki keterkaitan dengan Ferrari karena FIAT.

Total 90 persen saham Ferrari memang dimiliki FIAT yang di era 1990-an dipimpin Gianni Agnelli -- pemilik Juventus.

Schumacher merupakan salah satu pebalap Formula Satu (F1) terhebat sepanjang masa. Pria asal Jerman yang kini berusia 47 tahun tersebut sampai saat ini masih memegang rekor pebalap F1 dengan gelar juara terbanyak sepanjang masa yakni tujuh kali juara.

Hingga kini, Schumacher masih dalam masa pemulihan pasca cedera fatal saat berlibur bersama keluarganya di pegunungan Alpen pada 29 Desember 2013. Ia mengalami kerusakan otak setelah terjatuh ketika bermain ski bersama anaknya, Mick Schumacher.

Mantan pebalap Ferrari dan Mercedes itu sempat mengalami koma selama enam bulan. Sejak keluar dari Rumah Sakit CHUV di Lausanne, informasi mengenai kondisi kesehatan Schumacher sangat minim.

Manajemen juara dunia F1 tujuh kali itu hampir tidak pernah mengeluarkan pernyataan. Keluarga Schummy menjaga privasi mantan pebalap Ferrari tersebut dengan ketat dan hanya mengizinkan segelintir orang untuk mengunjunginya. (kid)