Tak ada pilihan lagi bagi Malcolm Brogdon. Pemain yang memiliki pos sebagai point guard Bucks itu segera melemparkan bola dari pinggir lapangan kepada rekannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan keyakinan penuh Brogdon memberi operan melambung kepada Antetokounmpo agar tak terjangkau Thomas dan guard Knicks Derrick Rose.
Ketika waktu tersisa satu detik, Antetokounmpo telah berada di posisi yang ideal untuk menembak. Dia segera berbalik dan melakukan fade-away two points jump shot. Tembakan itu tepat di garis free throw.
Bel tanda pertandingan berakhir berbunyi seiring masuknya bola tembakan Antetokoumpo ke dalam ring. Bucks berhasil berbalik unggul dan memenangkan pertandingan dengan skor 105-104.
Antetokounmpo menjadi Sang 'Buzzer Beater' dalam pertandingan tersebut. Sorak sorai kegembiraan riuh terdengar di bangku cadangan Bucks. Hampir segenap pemain dan ofisial Bucks berlari mengerubungi Antetokunmpo untuk menyambut kemenangan dramatis tersebut.
Sementara para pemain Knicks--termasuk Carmelo Anthony--menatap kosong seakan tak percaya telah kalah dari Bucks di kandang sendiri.
Bagi Knicks, kekalahan tersebut merupakan yang keenam secara beruntun. Sebelumnya, Knicks pun kalah di kandang sendiri dari Orlando Magic dengan skor 103-115 di hadapan lebih dari 19 ribu penonton (2/1).
Catatan Buzzer Beater Pertama bagi Antetokounmpo
Bagi Antetokounmpo itu adalah kali pertama dia berhasil menjadi penentu kemenangan di detik terakhir atau penakluk bel (buzzer beater) sepanjang tiga setengah tahun berkarier di NBA.
Termasuk dua poin di detik terakhir, pria asal Yunani itu total mencetak 27 poin dan 13 rebound untuk Bucks.
"Saya bekerja keras untuk terus menembak. Saya cukup sabar. Saya tahu saya bisa menembak bola di atas siapa pun dan kapan pun," tukas Antetokounmpo usai pertandingan seperti dikutip dari AFP.
Kiprah Antetokounmpo itu pun disambut dengan gembira oleh pelatih Bucks, Jason Kidd. Pria berusia 43 tahun itu menyatakan Antetokounmpo tak hanya patut diberi kredit atas tembakan-tembakannya saja. Sang bintang itu pun harus diberi kredit dalam distribusi bola, serta kerja kerasnya di lapangan.
"Dia bermain dalam ratusan pertandingan dan dia juga telah memiliki ratusan kesempatan untuk menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan. Malam ini, saya pikir dia menunjukkan kembali kekuatannya," kata Kidd yang kariernya sebagai pemain NBA berakhir di Knicks pada 2013 silam. (kid/ptr)