Mahrez yang berasal dari Aljazair adalah sumber kreativitas lini serang Leicester. Ia dipilih oleh para pemain, pelatih tim nasional, direktur teknik, dan media Afrika menjadi pemain terbaik mengalahkan Pierre-Emerick Aubameyang dari Borussia Dortmund dan Sadio Mane dari Liverpool.
Mahrez mendapatkan total 361 suara, sementara Aubameyang 313 dan Mane 186. Penghargaan itu diumumkan pada malam penganugerahan tahunan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) di ibu kota Nigeria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahrez adalah pemain berdarah Perancis-Afrika ketiga yang memenangi penghargaan itu setelah Frederic Kanoute dan Aubameyang. Pemain 25 tahun itu juga adalah pemain Aljazair ketiga yang merebut status tersebut setelah Lakhdar Belloumi (1981) dan Rabah Madjer (1987).
"Saya ingin berterima kasih kepada rekan setim saya di Leicester dan Aljazair dan juga pelatih saya. Ini adalah kehormatan besar bagi saya," kata Mahrez soal penghargaan itu.
Selain Mahrez, pemain Manchester City Kelechi Iheanacho dianugerahi penghargaan Bakat Paling Potensial Afrika sementara pemain arsenal Alex Iwobi menjadi Pemain Muda Terbaik Afrika.
(vws)