Alfredo Vera, Pahlawan Persipura yang Terancam Terbuang

Jun Mahares, CNN Indonesia | Jumat, 06/01/2017 16:46 WIB
Alfredo Vera, Pahlawan Persipura yang Terancam Terbuang Angel Alfred Vera terancam tak bisa meneruskan kontrak bersama Persipura lantaran persoalan lisensi kepelatihan miliknya. (CNN Indonesia/Jun Mahares)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angel Alfredo Vera mulai diperhitungkan dalam daftar nama pelatih ternama Indonesia seiring dengan kesuksesannya mengantar Persipura Jayapura di Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016.

Kendati ISC hanya sekadar ajang pengganti kompetisi sepak bola resmi, namun ia punya andil besar mendongkrak prestasi Mutiara Hitam yang tengah melorot hingga melesat menjadi juara.

Keputusan manajemen Persipura menunjuk Alfredo menggantikan Jafri Sastra di pekan ke-14 ISC sempat mengundang polemik. Pelatih asal Argentina itu dianggap belum pantas menjabat pelatih kepala tim sekelas Persipura.


Pasalnya, Alfredo belum punya banyak pengalaman di dunia kepelatihan. Prestasinya bersama Persegres Gresik pada Liga Super Indonesia (ISL) 2014 pun tak mentereng. Ia bahkan dipecat manajemen Persegres di akhir musim.

Tetapi, Alfredo punya modal kuat: percaya diri. Ia membuang rasa takut dan minder untuk bersaing dengan pelatih lokal atau asing yang lebih berpengalaman.

"Saya memang belum punya prestasi banyak sebagai pelatih. Tapi, saya selalu punya modal percaya diri. Ketika berada di lapangan, saya yakin dengan kemampuan yang saya punya," kata Alfredo saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, belum lama ini.

Alfredo mulai menjalani petualangannya bersama Persipura sejak pekan ke-14 ISC. Kala itu, performa Boaz Solossa dkk sedang anjlok dan harus puas menjadi penghuni papan tengah.

"Tidak mudah memang masuk di tengah kompetisi berjalan. Saya harus kerja keras memahami karakter pemain satu per satu dan dan saya harus melakukan pendekatan yang berbeda pula," ujar Alfredo.

"Ada pemain yang perlu dirangkul sebagai teman, sahabat, dan anak. Ada juga yang harus diperlakukan dengan canda, dan ada pula yang harus disikapi dengan tegas. Itu cara saya untuk menyatukan semua pemain."

"Jika pemain sudah memiliki mental yang siap, maka tugas pelatih akan lebih mudah," tambahnya.

Menurut Alfredo, talenta pemain Persipura berada di atas rata-rata. Mereka juga berhak mengkritisi kualitas pelatih. Terutama ketika sang pelatih ragu membuat keputusan mutlak saat bertanding.

"Kalau sudah di lapangan, saya tidak pernah takut dan ragu. Karena kalau pelatih ragu-ragu, kepercayaan pemain bisa hilang," ujarnya.

Alfredo mengangkat moral pemain Persipura yang tengah terpuruk. Di luar dugaan, performa tim asuhannya terus menanjak. Hasil positif mulai berdatangan hingga akhirnya sukses menjadi yang terbaik di ISC.

"Itu semua berkat kerja keras pemain dan manajemen. Semua pemain punya kualitas alami dan terutama mental sebagai tim besar. Karen itu membuat pemain punya ambisi besar yang punya tradisi juara," tutur Alfredo.

"Yang kami lalui bersama di ISC sangat luar biasa. Saya berharap bisa terus bersama tim ini."

Terkendala Lisensi

Ambisi Alfredo untuk tetap bertahan di Papua menemui jalan terjal. Nasibnya masih harus ditentukan soal regulasi lisensi kepelatihan yang akan diterapkan operator kompetisi 2017.

Alfredo hanya mengantongi lisensi pelatih yang diakui Federasi Sepak Bola Argentina. Namun, akreditasi lisensi Alfredo menjadi polemik.

Dalam beberapa tahun terakhir, PT Liga Indonesia selaku operator ISL menerapkan regulasi bahwa pelatih klub kasta tertinggi harus mengantongi lisensi pelatih profesional, minimal setara A AFC.

"Saya tidak tahu apa yang jadi masalah. Sebab, lisensi yang saya miliki saat ini wajib dimiliki pelatih profesional di Argentina. Apa yang saya punya sama dengan milik Diego Simeone (pelatih Atletico Madrid) dan Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur," beber Alfredo.

Alfredo juga mempertanyakan mengapa Indonesia harus mengikuti standar kepelatihan dari AFC semata, jika lisensi kepelatihan miliknya terbukti diakui FIFA.

"Buktinya Simeone tak perlu tambah lisensi Pro UEFA lagi. Dia hanya gunakan lisensi dari Argentina dan FIFA pun mengakui ini," terang Alfredo.

Menurut Alfredo, lisensi Argentina miliknya setara dengan Pro UEFA dan bisa melatih di 180 negara. "Untuk apa bikin lisensi di Eropa kalau kami Argentina juga diakui sebagai negara besar dalam hal sepak bola," cetusnya.

Alfredo juga mencontohkan bagaimana Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tak mempermasalahkan lisensi pelatih asal Argentina, Roberto Carlos Mario Gomez, yang sukses membawa klub Johor Darul Ta'zim juara Piala AFC 2015.

"Sudah banyak pengakuan terhadap lisensi pelatih Argentina di klub Eropa atau bahkan Asia Tenggara. Saya serahkan keputusan kepada Indonesia soal hal ini," bebernya.

Alfredo mengaku ingin melanjutkan petualangan manisnya bersama Persipura. Namun, ia pasrah jika memang regulasi lisensi kepelatihan mengganjal kariernya.

"Keinginan saya pasti ingin tetap bertahan karena karier saya baru dimulai di sini. Tapi, semua tergantung keputusan operator liga nanti seperti apa," ujarnya. (bac)


BACA JUGA