Dadang datang ke Bandung bersama dengan lebih dari 3.000 Bonek lainnya untuk mengawal kelangsungan Kongres PSSI, Minggu (8/1). Ia menanti kepastian soal nasib kesebelasan kesayangannya.
"Kalau Persebaya diakui, Insya Allah saya dan Andie Peci (Presidium Bonek) naik sepeda dari Karang Gayam (Surabaya) ke Istana Negara (Jakarta) sepekan kemudian. Kami tidak memaksa teman-teman ikut, tapi kalau melihat yang tua-tua begitu, pasti ikut semua. Dan ini harus direalisasikan," kata Dadang saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di GOR Pajajaran, Sabtu (7/1) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazar pria yang pada tahun ini genap 61 tahun itu sekaligus menjadi ungkapan terima kasih untuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang menurutnya selama ini telah berperan aktif dalam mengembangkan sepak bola Indonesia.
Sebelumnya, Dadang pun mengatakan akan terus berjuang jika Persebaya tidak diakui dalam Kongres.
"Tapi saya optimistis, Insya Allah diakui," ucapnya.
Seperti diketahui, PSSI berencana menggelar Kongres tahunan pada Minggu di kota Bandung, Jawa Barat. Ketua Umum PSSI, Letjen TNI Edy Rahmayadi menyatakan agenda dalam kongres tahunan itu antara lain mengukuhkan anggota Komite Eksekutif (Exco), membahas persoalan sepak bola nasional, dan keorganisasian PSSI.
Hingga saat ini Persebaya Surabaya sendiri belum diakui kembali menjadi anggota PSSI meski telah memenangkan gugatan atas logo dan merek Persebaya di Pengadilan Negeri Surabaya. Nasib Persebaya bersama dengan Arema Indonesia, Persiwangi Banyuwangi, dan Lampung FC, baru akan ditentukan pada Kongres PSSI. (vws)