Tapi, pelatnas yang digelar tidak akan masuk dalam pelatnas Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) melainkan pelatnas mandiri.
Hal itu diungkapkan Kepala Komunikasi Publik Kemenpora RI Gatot S. Dewa Broto, usai rapat koordinasi dengan para stakeholder olahraga Indonesia, Senin (9/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi yang hadir rapat juga ada salah satu pemilik klub (Muddai Madang dari Sriwijaya FC). Kalau untuk Prima nanti kesulitan untuk menarik pemain dari klub. Jadi ditetapkan pelatnas mandiri untuk sepak bola," imbuhnya.
Tapi, Gatot memastikan untuk gaji pemain yang masuk di timnas serta dana untuk uji coba itu juga bukan bagian dari tanggung jawab pemerintah. Pendanaan tersebut akan menjadi tanggungan PSSI sendiri.
"Biasanya kalau di Prima itu sudah satu paket. Seperti kasus AFF, sama dengan Prima bantu untuk tiket Rp1,5 miliar. Tapi nanti kami tidak ingin (anggarannya) pas-pasan karena nanti kasihan. Kami minta prestasi tapi dananya pas-pasan, kalau timnas bagus. Tapi pasti nanti ada bantuan yang proporsional," pungkas Gatot. (bac)