"Balapan mobil adalah sesuatu yang mungkin akan sering saya lakukan setelah saya pensiun dari MotoGP," kata Lorenzo dikutip Crash, Selasa (10/1).
"Tiga tahun lalu, di sini (Abu Dhabi) saya mengendarai Ferrari 458. Itu mobil terbaik yang pernah saya tunggangi. Tapi, suatu hari nanti saya ingin bisa membalap di Le Mans 24 Jam. Itu jadi pilihan paling realistis daripada memilih Formula 1," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penampilannya di atas mobil Formula 1 itu, pebalap asal Spanyol itu mengakui bahwa ia tidak bisa tepat waktu menyelesaikan balapan. Tapi di dunia MotoGP, ia bisa melakoni balapan dengan cepat dan memiliki waktu per putaran yang bagus.
"Rosberg mengendarai mobil pertama kali di musim dingin, jadi mungkin ada beberapa bagian lintasan yang basah. Tapi saya bangga, karea saya punya pengalaman meski hanya beberapa jam berada di atas mobil Formula 1."
Hal yang paling mengejutkan buat Lorenzo kala menjajal mobil balap Formula 1 adalah ketika ia menyentuh bagian bawah mobil di lintasan trek lurus. Hal itu sangat tidak ia harapkan, meski akhirnya ia bisa terbiasa dengan kondisi tersebut.
Lorenzo yang pada musim balap MotoGP 2017 nanti bergabung bersama Ducati itu juga menyadari bahwa ada perbedaan besar antara kecepatan pada waktu lap dengan balapan sebenarnya.
"Itu adalah hal yang lebih kompleks saya pikir untuk pengendara sepeda motor ketika mereka beradaptasi dengan mobil," tukasnya.