Oseania hanya memiliki jatah 0,5 di format lama Piala Dunia. Artinya, konfederasi itu tak memiliki tiket otomatis. Setelah melalui proses kualifikasi, negara-negara Oseania harus menghadapi negara konfederasi Amerika Selatan dalam fase play-off dan langkah mereka sering kali terjegal.
Dari 20 kali penyelenggaraan Piala Dunia, wakil konfederasi Oseania hanya pernah empat kali tembus Piala Dunia, yaitu Australia pada 1974 dan 2006, sementara Selandia Baru pada 1982 dan 2010. Hal inilah yang menyebabkan Australia memilih untuk pindah konfederasi menjadi Asia pada 2005 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, dari 14 negara yang tergabung dalam konfederasi itu seperti Kep. Solomon, Vanuatu, atau Tonga, mereka sama-sama memiliki peluang lolos satu banding 14.
Saat ini Selandia Baru menjadi negara Oseania dengan peringkat FIFA tertinggi yaitu 109, sementara Tahiti di tempat kedua berada di peringkat 148. Negara terlemah adalah Tonga yang berada di nomor 205.
Kepala federasi sepak bola Selandia Baru, Andy Martin, menyambut baik perubahan format Piala Dunia itu. Ia menanti-nantikan saatnya bisa membunuh raksasa di gelaran empat tahunan tersebut. Kejutan-kejutan dari negara kecil disebut Martin akan meningkatkan kualitas kompetisi.
Sementara itu, Federasi sepak bola Samoa bergurau dan memberi selamat kepada Selandia Baru. Lewat akun Twitter mereka mengatakan bahwa Selandia Baru telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026.
"Selamat @NZ_Football yang telah lolos ke Piala Dunia 2026!" demikian cuitan federasi Samoa.