Para pebalap Indonesia itu mendapatkan tiket wildcard untuk berkompetisi dalam seri kedua dalam kalender MXGP 2017 tersebut.
"Crosser Indonesia memang belum punya pengalaman ikut kejuaraan dunia. Tapi, ini bakal menjadi pembelajaran berharga. Karena selain dibutuhkan teknik individu, juga diperlukan pengetahuan mesin dan bertanding di kejuaraan level dunia," ujar Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun para crosser pria Indonesia yang mendapatkan wild card adalah Andre Sondakh dan Mario Salontahe dari Sulawesi Utara, Yosua Pattipi dari Papua, dan Aldi Lazaroni dari Yogyakarta. Selanjutnya adalah M Arjun Wicaksono, Ivan Harry Nugroho, Asep Lukman, dan Rizky Haka dari Jawa Tengah.
Menpora Imam Nahrawi berpose di atas motocross usai jumpa pers gelaran MXGP 2017. (CNN Indonesia/Jun Mahares) |
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan kebanggaannya Indonesia kembali dipercaya sebagai tuan rumah kejuaraan dunia motorcross. Terakhir kali, Indonesia menjadi tuan rumah adalah pada 1997 silam. Kala itu MXGP digelar di Jatinangor, Sumedang.
Lihat juga:Crosser Cilik Indonesia di Kancah Dunia |
"Kalau ini berhasil tentu akan mendatangkan kepercayaan untuk menggelar ajang internasional berikutnya," kata Imam.
Tak hanya MXGP 2017, Indonesia jadi tuan rumah grandprix motocross tersebut hingga 2019.
Sadikin mengatakan saat ini sudah 140 crosser dari 27 negara yang menyatakan bakal terlibat dalam kejuaraan MXGP di Pangkalpinang pada Maret mendatang. Sadikin pun yakin peserta yang terlibat bisa bertambah lagi.
"Pendaftaran masih terbuka hingga pertengahan Februari. Biasanya bakal terus bertambah menjelang seri dimulai," kata Sadikin.
Menpora Imam Nahrawi berpose di atas motocross usai jumpa pers gelaran MXGP 2017. (CNN Indonesia/Jun Mahares)