Jauh sebelum memulai kariernya di Stadion Etihad, Iheanacho sempat tak terpikirkan untuk bisa bergabung di klub itu. Maklum, ManCity seolah tak mungkin terjangkau bagi pemuda miskin asal Kota Imo, Nigeria, itu.
Salah satunya, Iheanacho bahkan sampat harus menabung untuk bisa menyaksikan laga Liga Primer Inggris, liga terbaik di dunia. Menonton tayangan langsung sepak bola Inggris dari televisi satelit merupakan barang mewah bagi miskin di Nigeria sepertinya.
Lihat juga:Joe Hart Takkan Kembali ke Manchester City |
"Harganya sekitar 50 Naira (setara kurang dari 0,15 poundsterling) untuk menyaksikan Liga Primer Inggris dan saya tidak memiliki uang sebanyak itu. Jadi, biasanya saya hanya bermain bola di dekat sana sembari menunggu orang yang di dalam tempat itu memberitahu tentang hasil pertandingan."
Sampai suatu ketika keinginannya untuk menyaksikan Liga Primer tak tertahan lagi. Iheanacho pun menabung demi bisa menyaksikan laga musim terakhir Liga Primer Inggris 2012.
Kebetulan sekali laga terakhir musim itu menjadi penentuan klub yang sedang naik daun, ManCity, menghadapi Queens Park Rangers. The Citizens pun akhirnya juara setelah mengalahkan Rangers dengan skor 3-2.
Sukses itu sekaligus mengalahkan rival terberat ManCity, Manchester United, yang juga nyaris keluar sebagai juara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT