The Foxes berada di peringkat 20 dengan mengumpulkan £172,1 juta sepanjang musim 2015/2016, sementara Manchester United yang berada di peringkat pertama mengoleksi £515,3 juta.
Menurut Tim Bridge, manajer senior Deloitte, kesuksesan Leicester yang diikuti pundi-pundi uang dari luar lapangan ini menunjukkan bahwa setiap tim Liga Primer Inggris bisa menembus daftar 20 klub dengan pendapatan tertinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan Leicester telah memastikan tiket ke 16 Besar Liga Champions musim ini, kami memperkirakan mereka akan mempertahankan posisi di daftar 20 besar dan bahkan berpotensi meningkat beberapa posisi," kata Bridge.
Di daftar Deloitte, klub-klub Ingggris sendiri mendominasi dengan menempatkan delapan wakil di daftar 20 klub berprofit tertinggi di dunia.
Manchester City berada di tempat kelima dengan keuntungan £392,6 juta, sementara Arsenal di nomor tujuh (£350,4 juta), Chelsea ke-8 (£334,6 juta) dan Liverpool satu peringkat di bawah The Blues (£302 juta).
Sementara itu, MU untuk kali pertama sejak 11 tahun terakhir kembali ke puncak. Mereka sukses menggusur Real Madrid yang bertahan selama satu dekade.