Hasil seri ini membuat posisi Spurs dalam ancaman. Spurs masih di peringkat kedua dengan nilai 46 poin namun bisa digusur oleh Arsenal yang baru akan bertanding hari Minggu.
Sementara itu hasil seri membuat City gagal merapatkan jarak dengan zona empat besar. City ada di posisi kelima dengan nilai 43 poin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi kemudian berubah 180 derajat pada 10 menit awal babak kedua. Lloris yang jadi dewa penyelamat Spurs di babak pertama justru membuat dua blunder beruntun yang menguntungkan City.
Lima menit berselang, Lloris kembali membuat blunder. Kali ini Lloris gagal menangkap bola umpan silang Raheem Sterling dengan sempurna. Situasi yang tak berbahaya pun berubah drastis lantaran bola bergulir di depan Kevin De Bruyne. De Bruyne dengan mudah mengirimkan bola masuk ke gawang dan menggenapkan keunggulan City jadi 2-0.
Tertinggal dua gol dengan cara yang menyakitkan ternyata tak membuat Spurs patah semangat. Mereka bisa bereaksi dan langsung mencetak gol balasan di menit ke-59.
Dele Alli berhasil menaklukkan Claudio Bravo lewat sundulan kepalanya memanfaatkan kelengahan lini belakang City.
Setelah gol Dele Alli, permainan kembali berlangsung sengit. Spurs akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan di menit ke-77. Umpan Christian Eriksen dilanjutkan tendangan tumit Harry Kane ke arah Son Heung-Min. Son Heung-Min mendapat ruang tembak yang terbuka dan berhasil menggetarkan gawang City.
Di menit ke-83, pendukung City sempat bersorak ketika pemain anyar, Gabriel Jesus mampu mengirimkan bola masuk ke gawang Spurs. Tetapi ternyata Jesus sudah lebih dulu dalam posisi offside saat menyambut umpan De Bruyne.
Hasil 2-2 pun bertahan hingga akhir pertandingan. (ptr)