"Setelah menjalani laga terakhir saya (di Argentina), saya sama sekali tak menyebut-nyebut gaji saya di China kepada media lokal," kata Tevez dalam sesi konferensi resmi pertamanya, seperti dikutip dari ESPN.
"Urusan gaji seharusnya tak diungkapkan kepada semua orang, ini soal menghormati rekan-rekan setim saya. Gaji saya tidak setinggi para legenda-legenda sepak bola, tapi untuk menghormati rekan-rekan setim saya, saya takkan mengungkapkan nilainya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pemain tim nasional Argentina itu sempat dikabarkan mendapat US$40 juta per tahun dari Shenhua dan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di dunia, mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Presiden klub Shanghai Shenhua, Wu Xiaohui, juga membantah ia mengguyur Tevez dengan gaji selangit.
"Investasi yang rasional dan masuk akal adalah panduan dasar manajemen dan juga suatu kebutuhan," Xuaohui soal gaji Tevez.
Kini Tevez lebih memilih membicarakan masalah sepak bola dan tantangan yang akan ia dapatkan di Liga Super China.
"Mungkin ada tekanan, karena saya sangat menyukai sepak bola dan saya ingin menggunakan gairah saya untuk permainan ini. Tapi kalaupun nanti saya merasakan tekanan, ketika saya bermain saya akan melupakannya," ujarnya.
"Saya tahu dari tahun ke tahun Liga Super China menjadi lebih sukar dan tahun ini akan dijalankan dengan intensitas tinggi." (vws)