Kekalahan 0-3 dari tuan rumah Southampton di St. Mary membuat Leicester hanya membukukan 21 poin dari 22 pekan yang telah mereka jalani. Hal ini membuat mereka menyamai catatan Ipswich di musim 1962/1963 sebagai juara bertahan dengan poin terburuk.
Selain rekor poin terburuk sebagai juara bertahan, Leicester juga harus menerima pil pahit sebagai tim yang tak pernah menang dalam 13 laga tandang Liga Primer Inggris musim ini. Merek jadi satu-satunya tim dengan catatan buruk tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan-catatan buruk itu membuat Leicester kini ada di peringkat ke-15, selisih lima angka dari zona degradasi.
Pada awal musim sendiri, manajer Leicester Claudio Ranieri tak pernah memberikan target tinggi pada timnya setelah sukses jadi juara Liga Inggris musim lalu. Ranieri hanya ingin timnya bisa meraih angka aman, 40 poin untuk lepas dari jerat degradasi.
Sejumlah pemain bintang pun berhasil dipertahankan Ranieri seperti Riyad Mahrez, Jamie Vardy, dan Danny Drinkwater. Namun hal itu sepertinya tak cukup bagi Leicester untuk sekadar bisa masuk zona papan tengah Liga Inggris sejauh ini.
Lihat juga:Catatan di Balik Rekor Gol Wayne Rooney |