Mantan pemain Persib Bandung itu pun membantah kabur dari Arema setelah sudah ada kesepakatan dengan tim asuhan Aji Santoso.
"Perlu saya jelaskan beberapa hal yang ramai di media sejak kemarin terkait posisi saya dan Arema. Tidak benar jika dikatakan saya 'kabur'. Pada hari 'H' saya tidak bisa dikontak dari pagi sampai sore karena memang sedang istirahat," tutur Yanto Basna dalam keterangan resminya kepada media, Minggu (22/1) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya karena tidak bisa dikontak dari pagi sampai sore, tentu tak tepat jika saya dikatakan kabur. Anggapan itu tidak mengenakkan sekali karena seolah saya sudah melanggar perjanjian atau kontrak."
Lihat juga:Persib Bandung Lepas Yanto Basna |
"Misalnya DP (uang muka) juga tidak. Saya menerima fasilitas akomodasi penginapan dan tiket. Saya orang yang patuh pada hukum dan perjanjian," tutur Yanto Basna.
Pemain kelahiran Sorong, Papua Barat, itu pun menegaskan pantang baginya melanggar perjanjian tertulis yang sudah disepakati.
"Saya tentu tidak nyaman dengan kesalahpahaman seperti ini," kata pemain yang pernah memperkuat Timnas Indonesia U-19 itu.
Meski demikian, Yanto Basna merasa perlu menyampaikan permintaan maaf kepada Arema atas kesalahpahaman yang terjadi.
Di lain pihak, manajemen Arema ogah menanggapi klarifikasi yang disampaikan Yanto Basna terkait sengkarut kontrak di Arema.
"Saya tidak mau bahas soal Yanto Basna. Kami tidak ingin masalahnya jadi melebar kemana-mana. Saya anggap persoalan Yanto Basna sudah selesai," ujar Rudy Widodo kepada CNNIndonesia.com. (har)