Ada sejumlah faktor kesolidan Chelsea musim ini. Faktor yang paling menonjol adalah kombinasi kecerdikan juru taktik tim Antonio Conte dan tenaga kuda gelandang N'Golo Kante.
Kedatangan Conte awal musim ini memang tak lantas banyak mengubah komposisi pemain. Tak seperti klub-klub besar lainnya, Chelsea hanya mendatangkan tiga pemain baru musim ini. Masing-masing untuk satu posisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sektor tengah Conte mendatangkan Kante dari Leicester dengan nilai transfer 30 juta poundsterling.
Pelatih asal Italia itu tampaknya sangat jeli membaca sukses Leicester juara Liga Primer Inggris musim lalu. Sebagai pelatih yang sangat rasional, ia tak lantas percaya sukses The Foxes itu merupakan keberuntungan belaka.
Mantan pelatih Timnas Italia itu langsung menangkap bahwa faktor utama di balik 'dongeng' juara The Foxes adalah Kante.
Chelsea dikabarkan langsung kasak-kusuk menggoda pemain Timnas Perancis itu sebelum musim lalu berakhir. Kante pun tertarik dengan pinangan itu dan memutuskan hengkang pada akhir musim lalu.
Lihat juga:Costa Melunak Berkat Pendekatan Pedro |
Secara blak-blakan pelatih 65 tahun itu memuji Kante habis-habisan. Dengan guyon khasnya, ia menyebut pemain yang dibelinya dari klub kasta bawah Liga Parancis, Caen, itu bukan gelandang biasa.
"Kante merupakan pemain yang memiliki dua baterai, tidak seperti pemain lainnya," demikian seloroh Ranieri ketika pemainnya hengkang ke Chelsea.
Usai timnya kalah 0-3 dari Chelsea di Stadion King Power, pemain The Blues yang ditemui Ranieri saat itu adalah Kante.
Kante memang bukan Diego Costa yang begitu menonjol dengan perolehan golnya di Liga Primer Inggris musim ini. Total sudah 15 gol yang dikoleksi pemain naturalisasi Spanyol asal Brasil tersebut sejauh ini.
Namun, peran Kante dalam menjaga keseimbangan lini tengah berpengaruh besar pada ketajaman lini depan The Blues.
Chelsea kini punya pemain rajin yang menyisir setiap sudut lapangan. Para ujung tombak macam Costa dan Eden Hazard pun bisa dengan nyaman fokus mencetak gol karena lancarnya suplai-suplai bola dari tengah.
Conte nyaris tak pernah memarkir pemainnya itu dari lini tengah. Total sudah 1.879 menit bermain dari 21 kali penampilannya di Liga Primer Inggris.
Kante tercatat sebagai pemain The Blues yang memiliki distance coverage atau daya jelajah paling tinggi di tim itu. Total 56,9 kilometer daya jelajah sejauh ini seperti dilansir HITC.
Untuk urusan operan, pemain 25 tahun itu juga mencatatkan rekor cukup impresif. Seperti dilansir dari Whoscored, mencatatkan sukses 85 umpan panjang akurat dari total 109 percobaan.
Ia juga mampu melepaskan 1076 kali operan pendek yang tepat dan hanya 127 kali tidak akurat.
Kemampuan Kante sebagai penjaga keseimbangan amat memudahkan kerja Conte dalam meramu taktik. Skema langganan 3-4-3 yang ia terapkan cocok dengan 'tenaga kuda' pemainnya itu dalam membantu pertahanan sekaligus menyerang dari lini tengah.
Peran N'Golo Kante di lini tengah seolah melengkapi kekuatan skuat Chelsea arahan Antonio Conte. (Reuters / Eddie Keogh Livepic) |
Lihat juga:Bukan Hanya Salah Claudio Bravo |
Chelsea memang menikmati fokusnya di Liga Primer Inggris karena musim ini mereka tidak tampil di Liga Champions maupun Liga Europa. (har)
Peran N'Golo Kante di lini tengah seolah melengkapi kekuatan skuat Chelsea arahan Antonio Conte. (Reuters / Eddie Keogh Livepic)