Southampton melenggang ke final karena unggul agregat 2-0. Pada laga leg pertama tim asuhan Claude Puel itu menang 1-0 atas Liverpool.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki babak kedua, Liverpool makin agresif memburu gol untuk mengatasi ketinggalan agregat. Pada menit ke-54, tembakan Emre Can tak bisa ditahan sempurna Forster dan bergulir ke arah gawang. Namun, pria yang menjadi kiper kedua timnas Inggris dalam Piala Eropa 2016 itu berhasil membalik badan dan mencegah bola masuk.
"Saya pikir saya sudah selesai di sana, namun para dewa sepak bola sedang bersama saya hingga akhir," ujar Forster seperti dikutip dari Mirror.
"Beruntung sekali tak ada [bola tembakan Liverpool] yang masuk dan kami mengambil [keuntungan].
Terus berusaha mencari gol, Liverpool pada akhirnya justru kebobolan oleh pemain pengganti Southampton, Shane Long di masa injury time. Gol Shane Long berasal dari skema serangan balik yang berawal dari sepak pojok Liverpool. Joshua Sims berlari dengan cepat dan membelah pertahanan Liverpool.
Sims lalu menyodorkan bola pada Shane Long. Striker bernomor punggung tujuh itu lalu melepaskan tembakan silang yang tak bisa dihalau oleh Karius. Gol Shane Long ini membuat Southampton memenangi laga dengan skor 1-0 dan total unggul 2-0 dalam agregat.
Lihat juga:Liverpool Tersingkir, Klopp Salahkan Angin |