"Saya tak bisa menyaksikan 90 menit karena saya akan menderita," kata Ronaldinho kepada Goal.
"Saya hanya suka menyaksikan momen-momen terbaik dan juga gol-gol. Karena itulah saya takkan pernah menjadi pelatih sepak bola."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tak tahan menonton sepak bola, Ronaldinho tetap akan memberi dukungan pada PSG, kesebelasan yang ia sebut punya tempat spesial dalam kariernya.
Ronaldinho bermain dua musim bersama PSG sejak 2001 -- kesebelasan pertamanya di Eropa. Penampilan apik di Paris kemudian membuatnya dilirik Barcelona dan perjalanan menjadi salah satu pemain terbaik dalam dua dekade terakhir pun dimulai.
Mantan pemain tim nasional Brasil itu pun mengakui peran penting PSG dalam karier sepak bolanya, meski ia tak pernah mendapatkan piala di sana.
"Saya adalah putra PSG. Ketika saya datang ke sini, gerbang-gerbang klub Eropa terbuka untuk saya," kata Ronaldinho.
"Masa-masa saya di sini sangat special. Pertandingan melawan Marseille dan Bordeaux, gol ke gawang Guingamp...ini adalah momen yang tak bisa saya lupakan." (vws/vws)