Rencananya pembangunan sirkuit di sana bakal dilakukan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang pariwisata.
"Kami belum dapat infonya. Kalau memang itu betul, kami menyambut gembira. Pariwisata dan olahraga tidak bisa dilepaskan," kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S. Dewa Broto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/1) sore.
Lihat juga:Rio Haryanto Masih Punya Secercah Harapan |
Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu dalam rilis yang sama, Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer, mengatakan rencana pembangunan sirkuit jalan raya kelas dunia di Mandalika sudah diawali dengan penandatanganan MoU antara ITDC dengan Roadgrip Motorsports UK Ltd dan Mrk1 Consulting pada 20 Januari 2017.
Sementara Roadgrip Motorsports UK Ltd punya reputasi kuat dalam pembangunan jalan raya, landasan pacu dan lapangan udara, ritel, tempat parkir, arena olahraga dan sirkuit balap di berbagai penjuru dunia.
Sirkuit di Mandalika itu kelak bakal dibangun di atas lahan seluas 500 hektare. Bukan sekedar sirkuit, karena dijanjikan itu bakal dibangun sesuai standar FIM and FIA untuk kelayakan penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motor.
"Sirkuit jalan raya Mandalika akan menjadi satu-satunya sirkuit jalanan di dunia yang menawarkan panorama indah. Nantinya, para rider [pebalap] akan disuguhkan pemandangan laguna, solar cell farm, lapangan golf, area komersil dan perkotaan, serta panorama Samudera Hindia yang indah. Penonton juga dapat memandang sirkuit secara terbuka sembari menikmati keindahan tepi laut dan area terbuka hijau," ujar Abdulbar.
Abdulbar menyatakan konsep sirkuit jalan raya di Mandalika itu akan meniru konsep sirkuit jalan raya di Singapura dan Monaco yakni bersifat musiman. Sirkuitnya terbuka untuk publik sepanjang tahun dan dapat diubah untuk menjadi tuan rumah ajang balap motor internasional.
"Kalau tidak keberatan, kami (Kemenpora) dibagi informasinya untuk sekadar tahu perkembangannya. Sebab, Menpora bertanggungjawab di bidang olahraga. Dan kami butuh kepastian ini dalam rangka mana? MotoGP? F1? Untuk tahun berapa? Kapan selesai? Dikabarkan saja," ucap Gatot. (bac/kid)
Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)