Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2017, Iwan Budianto di Jakarta, Selasa (31/1).
Iwan menjelaskan, durasi 45 menit ini tidak harus dalam satu babak. Pemain U-23 bisa saja masuk lapangan di tengah-tengah pertandingan, asalkan jumlah menit bermainnya sama dengan 45 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semangatnya adalah mencari potensi untuk tim nasional. Jadi kalau misalnya ada yang cedera, pemain U-23 bisa tidak dimainkan asal ada surat keterangan dokter. Namun kalau terkena akumulasi kartu kuning atau merah, kewajiban tersebut bisa gugur," kata Iwan, yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Ketua Umum PSSI.
Aturan ini sengaja diperlonggar dari ketentuan kompetisi yang mengharuskan tim memiliki hanya tiga pemain asing (aturan dua plus satu), dua dari luar negeri non-Asia dan satu dari Asia. Pembebasan pemain asing di Piala Presiden, kata Iwan, sebagai ajang seleksi klub atas pemain asing untuk memenuhi aturan tiga pemain.
Namun, tak serta merta para pemain asing yang didaftarkan itu bisa bermain di sebuah laga Piala Presiden 2017.
"Walau bisa mendaftarkan dalam jumlah banyak, yang boleh bermain maksimal tiga orang, dua plus satu. Mereka tidak harus dikontrak, bertanding dengan visa saja tidak apa-apa," tutur Iwan.
Piala Presiden 2017 diikuti 20 klub, di mana 18 klub merupakan klub Indonesia Super League (ISL) dan sisanya adalah juara serta runner up Divisi Utama.
Tim-tim yang berpartisipasi bergabung dalam lima grup, yang akan bermain di lima stadion berbeda yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Lima stadion tuan rumah itu adalah Stadion Maguwaharjo, Sleman; Stadion Kanjuruhan, Malang; Stadion Jalak Harupat, Bandung; Stadion Kapten I Wayan Dipta, Denpasar; dan Stadion Gelora Bangkalan, Madura.
Juara Piala Presiden 2017 nantinya menerima hadiah sebesar Rp3 miliar, peringkat kedua mendapat Rp2 miliar, peringkat ketiga Rp1 miliar, dan peringkat keempat Rp500 juta. (antara/kid)