Ketua Panitia Pelaksana Pusat Piala Presiden Iwan Budianto menjelaskan, pemotongan pagar pembatas di tribune VVIP harus dilakukan untuk membuka akses kepada Presiden Joko 'Jokowi' Widodo yang direncanakan turun ke lapangan di laga pembuka.
"Ada seremonial di mana Presiden akan melakukan tendangan pertama. Jadi, itu terpaksa kami potong pagarnya," kata Iwan usai bertemu dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) di kantor Kemenpora, Kamis (2/2).
Rencananya, Iwan dan beberapa panitia penyelenggara akan bertolak ke Sleman, Yoyakarta untuk memantau persiapan terakhir, Kamis (2/2) malam. Banyak pembenahan yang harus ia dan tim lakukan selain soal pagar. Sedangkan rombongan PSSI baru akan terbang ke Yogyakarta, Sabtu (4/2) pagi.
Lihat juga:Jelang Piala Presiden 2017 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BOPI sudah memberikan rekomendasi terkait gelaran turnamen pramusim jilid kedua ini. Namun, PSSI sebagai penyelenggara diharuskan untuk menyelesaikan persyaratan.
Lihat juga:PSS: Klub-klub Harus Dukung Komitmen PSSI |
Ketua BOPI Muhammad Noor Aman mengatakan hal utama yang menjadi sorotan adalah terkait legalitas pemain asing di Piala Presiden. Sampai saat ini BOPI masih menunggu pemenuhan persyaratan bisa selesai sepekan ke depan.
Tapi, jika dalam tenggat waktu yang ditentukan persyaratan terkait pemain asing tidak lengkap, degan tegas BOPI akan memberikan larangan bermain kepada pemain yang bersangkutan.
Piala Presiden kali ini melibatkan 20 klub terbaik Tanah Air. Duel antara PSS Sleman versus Persipura Jayapura bakal menjadi laga pembuka pada Sabtu (4/2). (bac)