Adapun tentang alasan pergantian tersebut, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menyatakan karena beban tugas yang sebelumnya telah diberi kepada Berlinton Siahaan terlalu berat.
"Sambil jalan kami ubah pelan-pelan. Ketua Staf Ketua Umum PSSI, Iwan saya tunjuk. Bukan karena ada hal lain," ujar Edy di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy menyatakan Iwan bukanlah sosok baru dalam hal penyelenggaraan ajang sepak bola seperti turnamen Piala Presiden. Atas dasar itu, ia menilai tidak butuh waktu lama bagi Iwan untuk bisa meneruskan roda persiapan Piala Presiden 2017 dalam waktu sempit.
"Selama klub sudah mendaftarkan minimal 18 pemain, sisa pendaftaran 12 pemain lagi dibolehkan menyusul dengan syarat," kata Direktur Media PSSI Hanif Thamrin dalam rilis yang diterima, Sabtu (4/2).
Lanjutnya, syarat tersebut yakni, penutupan pendaftaran pemain asing paling lambat sampai 7 Februari atau tiga hari setelah Piala Presiden resmi dibuka Presiden Joko Widodo, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (4/2). Sedangkan untuk pemain lokal, ditunggu hingga 19 Februari 2017.
"Pemain asing harus memiliki Visa Kunjungan Usaha (VKU). Pemain asing boleh tetap mengikuti fase grup turnamen dengan visa turis dengan syarat klub menyertakan dokumen berupa bukti surat resmi dari klub yang sudah mulai menjalankan proses permohonan VKU ke Imigrasi," jelasnya.
Selanjutnya, panitia pelaksana pusat nantinya akan menjembatani komunikasi terkait legalisasi pemain asing kepada BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia). (kid)