Kondisi kota Pangkal Pinang yang tidak semaju kota-kota di Pulau Jawa dalam menyelenggarakan ajang olahraga menjadi kendala tambahan dalam menyelenggarakan ajang tersebut.
Lihat juga:Diperkirakan Satu Miliar Orang Tonton MXGP |
"Kami (IMI) regulator, harus lebih fokus pada persiapan event yang waktunya mepet sebulan lagi. Konstruksi dari sirkuit baru berjalan 30 persen, dan banyak sekali hal-hal detail yang jadi standar MXGP dan itu yang membuat kami jadi sedikit kewalahan," katanya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini masih tahun pertama. Buat kami ini jadi tantangan tersendiri. Dan Insya Allah dengan dukungan dari pemerintah, saya yakin hambatan yang kami hadapi dapat terlewati," ucap Sadikin.
"Akan ada 70 hingga hampir 120 orang (SDM). Dan mereka harus bisa bahasa Inggris. Kami bekerja sama dengan IMI Bangka Belitung untuk mempersiapkan SDM-SDM lokal," kata Sadikin.
Sadikin berharap para pebalap Indonesia dapat menjadikan ajang ini sebagai kesempatan untuk menimba pengalaman. Menurutnya, para crosser -- sebutan untuk pebalap Motocross -- Indonesia belum bisa disandingkan dengan para pebalap negara lain.
Lihat juga:Rookie MotoGP Pilih Vinales daripada Rossi |
"Untuk bisa bersaing di masa depan, harus punya pengalaman dulu. Mereka harus cari pengalaman di kejuaraan dunia ini. Mereka kejuaraan Asia saja belum pernah ikut apalagi kejuaraan dunia? Itu saja," ujarnya. (ptr)