Sebelum menerima tawaran melatih Timnas Indonesia, Milla dipecat Real Zaragoza pada Oktober 2016 setelah baru empat bulan menangani klub La Liga 2 tersebut. Sementara musim lalu Milla meninggalkan klub La Liga 2 lainnya, Lugo, pada Februari 2016.
“Tidak, tidak. Kondisi ini justru membuat saya kuat. Saya ingin bekerja, dan melatih (Timnas Indonesia) ini adalah pekerjaan. Anda harus mengesampingkan pro dan kontrak. Indonesia memang jauh, tapi menarik,” ujar Milla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luis Milla sukses membawa Spanyol U-21 menjadi juara Piala Eropa 2011. (AFP PHOTO / JONATHAN NACKSTRAND) |
Milla mengaku berpisah dengan Lugo secara baik-baik. Sementara kariernya di Zaragoza diakui Milla tidak berjalan dengan baik. Menghadapi masa-masa sulit dalam kariernya, Milla mengaku teringat pesan Luis Aragones.
Luis Milla juga dipercaya PSSI menangani Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2017. (AFP PHOTO / GRAHAM STUART) |
“Aragones pernah mengatakan jika Anda tidak pernah didepak beberapa kali, maka Anda bukan pelatih yang bagus. Dari kegagalan itu Anda akan belajar untuk menjadi lebih kuat,” ucap Milla.
Lihat juga:Luis Milla Boyong Istri ke Indonesia |
Milla akan datang ke Indonesia pada pertengahan pekan ini untuk memulai programnya bersama Skuat Garuda. (har)
Luis Milla sukses membawa Spanyol U-21 menjadi juara Piala Eropa 2011. (
Luis Milla juga dipercaya PSSI menangani Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2017. (