Nadal juga dikenal sebagai petenis dunia yang amat mengidolakan klub Real Madrid. Sejak kecil ia selalu mengikuti perkembangan Los Blancos hingga sekarang.
Nadal pun bermimpi suatu saat bisa menjadi Presiden Real Madrid, setelah impiannya sebagai pemain tak kesampaian.
Rafael Nadal (kanan) usai dikalahkan Rifer Federer di Australia terbuka 2017. (REUTERS/David Gray) |
"Jika Anda menanyakan kepada saya apakah saya mau (menjadi Presiden Real Madrid), tentu saya menginginkannya. Kenapa tidak?" tutur Nadal seperti dikutip dari Marca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ia menilai Madrid tak butuh presiden klub dalam waktu dekat ini. Pasalnya, Los Blancos sudah memiliki presiden yang sangat bagus saat ini: Florentino Perez.
Peraih 14 gelar juara nomor Grand Slam itu gagal memenuhi ambisinya juara di Australia Terbuka bulan lalu. Ia hanya mampu berada di posisi runner-up usai kalah dari petenis gaek, Roger Federer, di laga final.
"Kami (Madrid) sangat bagus seperti biasanya," tutur Nadal. (bac)
Rafael Nadal (kanan) usai dikalahkan Rifer Federer di Australia terbuka 2017. (REUTERS/David Gray)