Hanif mengungkapkan peluang Indonesia jadi tuan rumah Piala Asia U-19 masih realistis untuk dicapai. Ia yakin Indonesia dapat memiliki infrastruktur yang memadai lantaran ajang tersebut digelar setelah perhelatan Asian Games 2018.
Jika melihat agenda dua perhelatan tersebut, waktunya memang cukup berdekatan. Asian Games rencananya digelar mulai 18 Agustus dan berakhir 2 September 2018. Di lain pihak, Piala Asia U-19 diagendakan mulai 18 Oktober hingga 4 November 2018.
Lihat juga:Timnas Indonesia Bidik Piala Dunia U-20 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk stadion yang memungkinkan itu di kota Jakarta dan Bandung. Detail stadion menunggu respons AFC. Tapi kami sudah mengajukan tiga stadion dan delapan lapangan latihan yang menjadi syarat," kata Hanif kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (8/2) sore.
"Karena situasi sekarang dengan yang diharapkan terkait lapangan belum ideal. Ada yang masih dibangun, nanti ada yang direnovasi, dan lain-lain," ucap Hanif.
Target Empat Besar Piala Asia U-19
Sebelumnya, wacana Indonesia jadi tuan rumah Piala Asia U-19 dilontarkan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi ketika perwakilan AFC berkunjung ke Kantor PSSI (7/2).
Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Dato' Windsor John yang didampingi tujuh direktur konfederasi sepak bola Asia itu berkunjung ke Indonesia selama dua hari pada 6-7 Februari 2017. Agenda mereka antara lain mendengarkan pemaparan rencana strategis PSSI sekaligus menjelaskan program-program AFC yang bisa dimanfaatkan untuk membantu perkembangan sepak bola di kawasan Asia.
"Kalau Indonesia bisa masuk di babak semifinal saja, Indonesia bisa ikut di Piala Dunia. Begitu antusiasnya beliau-beliau (perwakilan AFC) ini. Beliau-beliau saja begitu antusias terhadap sepak bola Indonesia, masa Indonesia tidak lebih dari itu?" tutupnya.
Piala Asia U-19 memang dijadikan pula sebagai kualifikasi Piala Dunia U-20 untuk kawasan Asia. Hanya tim yang bisa tembus ke semifinal atau empat besar yang lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 2019. (bac)