Parlemen Inggris Menggoyang FA

Dika Dania Kardi , CNN Indonesia | Kamis, 09/02/2017 20:44 WIB
Parlemen Inggris Menggoyang FA Ilustrasi sepak bola. (Reuters/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Parlemen Inggris menggoyang posisi kepemimpinan di asosiasi sepak bola negara tersebut, FA.

Ketua komite Kebudayaan, Media, dan Olahraga (CMS) Damian Collins menyatakan ada ketidakpercayaan terhadap pergerakan reformasi yang tengah digalakkan FA.
Hal itu mengancam lobi kucuran dana untuk reformasi FA yang bakal disusun komite CMS. Seperti dilansir Sky Sports, pihaknya tak percaya FA akan mengikuti tenggat waktu Menteri Olahraga Inggris Tracey Crouch pada Maret mendatang.

Crouch meminta FA melakukan reformasi organisasi lebih baik atau terancam tak mendapatkan hukuman finansial dari jatah dana publik.

"Kami tengah menyiapkan sebuah draf undang-undang yang mengatur struktur FA, terutama dalam hal jajaran direksi dan dewan, lebih sejalan dengan praktik perusahaan modern dan tata aturan pemerintah untuk badan olahraga," kata Collins seperti dikutip dari Sky Sports.

Sejak 2010 silam Komite yang kini dipimpin Collins telah mempublikasi dua laporan terkait FA.

Sementara itu pada Selasa lalu, Ketum FA Greg Clarke berjanji bakal meletakkan jabatannya andai tak bisa menjalani komitmen reformasi yang dijanjikan dengan baik.
Clarke menyampaikan itu dalam surat pernyataan terbuka yang ditulis dalam 700 kata.

"FA telah menyusun sebuah proposal untuk mengembangkan kepemimpinan di mana kita akan meratifikasi itu dan kemudian berharap kementerian olahraga menyetujuinya," tulis Clarke.

"Jika pemerintah tidak mendukung perubahan ketika mereka menerima laporan itu pada beberapa bulan mendatang, saya akan mengambil tanggung jawab pribadi atasnya. Saya akan gagal. Saya bertanggung jawab atas kegagalan itu dan akan turun dari jabatan saya."

Sementara itu Crouch disebutkan bakal melonggarkan tenggat waktu untuk FA.