Hal ini ia sampaikan kepada para awak media dalam konferensi pers di Kantor PSSI, Kamis (9/2) sore. Ia hadir di sana bersama Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia U-16, Fakhri Husaini, asisten pelatih Eduardo Perez, pelatih fisik Miguel Gandia, dokter timnas Indonesia Syarif Alwi, dan Asisten Pelatih Timnas Indonesia Senior Bima Sakti.
Milla tak menampik kemungkinan untuk menyetujui program naturalisasi namun menetapkan syarat khusus pada para calon pemain yang dibidik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Milla yakin sinergi dengan Indra dan Fakhri dalam membangun timnas Indonesia dapat berbuah manis di masa mendatang.
Sementara itu Deputi Sekjen Bidang Sepak Bola PSSI, Fanny Riawan berharap Indra dan Fakhri dapat mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dari Milla.
"Ini adalah momen yang sangat bersejarah karena ini adalah pertama kalinya PSSI memperkenalkan ketiga pelatih timnas Indonesia bersamaan: level senior, U-19 U-16. Dan pertemuan ini adalah untuk mensinergikan timnas Indonesia di seluruh kelompok umur," ujar Fanny.
"Milla pernah menangani Barcelona dan timnas U-21 Spanyol, pengalaman beliau tidak diragukan lagi. Timnas Spanyol U-21 juara di level Eropa dan pemain-pemain yang beliau bina sudah melalang-lintang di Eropa. Diharapkan ilmu dan penerapan teknologi dapat diterapkan juga oleh Indra dan Fakhri," ujarnya melanjutkan. (ptr)