Uniknya, untuk menggapai babak empat besar tersebut, pebulutangkis berusia 20 itu menaklukkan dua wakil China secara berurutan di babak sebelumnya.
Untuk mengalahkan dua wakil China secara berurutan, pastinya bukanlah hal mudah bagi Anthony. Pasalnya China dikenal sebagai salah satu rival terberat dalam setiap turnamen bulutangkis internasional, termasuk pemain mudanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tommy Sugiarto. (CNNIndonesia.com/Putra Tegar) |
"Begitu dapat kesempatan, baru serang dan matikan bola,” jelas peraih medali perunggu tunggal putra di Youth Olympic 2014 ini.
Bisa memijakkan kakinya di semifinal adalah target awal Anthony di Thailand Masters. Kini, setelah target itu terpenuhi, ia pun berharap bisa maksimal untuk menyelesaikan turnamen keduanya musim ini setelah Malaysian Masters, Januari lalu.
Di babak semifinal, Anthony bakal jumpa kompatriotnya, Tommy Sugiarto. Tampil sebagai unggulan ketiga, anak dari legenda bulutangkis Indonesia, Icuk Sugiarto itu mengalahkan wakil tuan rumah Khosit Phetpradab lewat tiga set, 21-9, 22-24, 21-17.
Pertemuan Anthony dengan Tommy di semifinal Thailand Master bakal jadi pertemuan kedua mereka di semua level turnamen. Sebelumnya, Anthony yang kini menempati peringkat 36 dunia itu kalah saat bertemu di Vietnam Open 2015. (kid)
Tommy Sugiarto. (CNNIndonesia.com/Putra Tegar)