Berdasarkan data Opta, pada 2017 ini Leicester juga jadi kesebelasan terburuk di empat level kompetisi di Inggris setelah hanya mengumpulkan satu poin dari enam pertandingan. Capaian ini sama dengan Aston Villa, Conventry City dan Leyton Orient.
Satu-satunya poin yang mereka kumpulkan adalah ketika menahan imbang Middlesbrough 0-0 pada 2 Januari silam. Setelahnya, The Foxes ditekuk Chelsea, Southampton, Burnley, Manchester United dan Swansea.
Shinji Okazaki (kanan) kecewa setelah Leicester City ditekuk Swansea 0-2, Minggu (12/2). (Reuters / Paul Childs) |
Terakhir kalinya skuat asuhan Claudio Ranieri ini mengubah papan skor adalah ketika menekuk West Ham United 1-0, hanya satu hari sebelum tahun berganti menjadi 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uniknya, torehan Leicster itu berbanding terbalik dengan prestasi mereka di kompetisi berformat turnamen. Leicester lolos ke babak 16 Besar Liga Champions dan juga ke 16 Besar Piala FA.
“Kami membuat peluang bagus, namun mereka berhasil mencetak gol melalui tembakan pertama yang mengarah ke gawang. Kemudian kesempatan kedua mereka juga kembali berbuah gol.”
Shinji Okazaki (kanan) kecewa setelah Leicester City ditekuk Swansea 0-2, Minggu (12/2). (Reuters / Paul Childs)