Namun swafoto seringkali dipandang negatif bila dilakukan pada momen yang tidak tepat, seperti ketika sebelum bertanding atau setelah kalah bertanding. Tak jarang atlet Indonesia khususnya dalam cabang olahraga bulutangkis, mendapat kritik dari para penggemarnya lantaran terlalu sering berswafoto hingga mengganggu fokusnya dalam bertanding.
Lihat juga:Anda Bertanya, Susy Susanti Menjawab |
"Memang pemain-pemain yang sudah kalah sah-sah saja kalau selfie atau jalan-jalan. Tapi mereka tentunya setelah bertanding, masih menonton temen-temennya yang masih berlaga untuk memberikan dukungan," kata legenda bulutangkis tunggal putri Indonesia peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut kepada CNNIndonesia.com .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Susy memahami saat ini zaman sudah jauh berubah dibandingkan saat dirinya masih aktif menjadi atlet. Teknologi sudah semakin maju dan ruang untuk mendapatkan informasi pun terbuka lebar.
"Dan mereka juga jadi public figure, harus lebih hati-hati. Tapi tentunya untuk anak muda mereka pun ingin mengekspresikan yang dirasakan, apa yang ada saat ini, saya pikir lumrah-lumrah aja asal tidak mengganggu prestasi lah ya. Kalau saya pikir seperti itu," ucapnya melanjutkan.