Stones didatangkan Manchester City dari Everton dengan nilai 55,6 juta euro. Jumlah tersebut membuat Stones jadi bek termahal kedua di dunia setelah David Luiz.
Lihat juga:Liga Champions: Dua Laga, 90 Menit, 14 Gol |
Ada harapan besar agar Stones bisa menjelma jadi bek tangguh Inggris dan juga ikon klub seperti Tony Adams, John Terry, dan Rio Ferdinand. Namun yang ditampilkan Stones di lapangan adalah kecanggungan, kekikukan, dan kegugupan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada proses gol pertama, Stones terlihat kebingungan untuk mengambil tindakan. Matanya tertuju pada Radamel Falcao, namun ia tak tahu pasti apa yang harus dilakukan. Stones sempat ingin mengambil jebakan offside dengan maju beberapa langkah ke depan, tetapi ketika bola ada di kaki Fabinho, Stones sadar ia mengambil keputusan yang salah.
John Stones gagal menjaga pergerakan Radamel Falcao ketika mencetak gol pertama AS Monaco. (Reuters / Phil Noble) |
Seolah tak sadar akan kesalahannya gol pertama, Stones kembali mengulanginya di proses gol kedua. Berawal dari umpan jauh Fabinho di lini tengah, Stones tak sigap saat Kylian Mbappe Lottin yang ada dalam pengawasannya melakukan sprint menyongsong bola yang melewati kepala Nicolas Otamendi.
Stones bukannya ikut berlari menempel Lottin namun malah kembali berlari ke arah gawang dan seolah menyerahkan penjagaan pada Otamendi yang tak tahu ada Lottin tengah berlari dari belakang.
Lottin melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau oleh Willy Caballero. Dan apa yang bisa dilakukan Stones dalam keadaan itu? Memungut bola yang sudah menggetarkan gawang Manchester City.
Gol ketiga Monaco yang dicetak Falcao kemudian jadi bukti jelas bahwa Stones masih jauh dari harapan. Gol ini bermula dari umpan jauh Thomas Lemar ke sisi kanan pertahanan City. Stones melakukan tugasnya dengan benar untuk terus membayangi Falcao.
John Stones gagal meredam aksi Radamel Falcao di laga lawan AS Monaco. (AFP PHOTO / PAUL ELLIS) |
Setelah melewati Stones dan berhadapan satu lawan satu dengan Caballero, Falcao lalu melepaskan tembakan lob indah yang tak mampu dijangkau kiper Manchester City itu. Bagaimana dengan Stones? Ia sedang terduduk seperti halnya penonton sepak bola yang bersantai di sofa melihat keindahan gol Falcao.
Pada akhirnya Stones bisa sedikit berlega hati karena ia juga mampu mencatatkan namanya di papan skor. Golnya di menit ke-77 membawa The Citizens berbalik unggul 4-3 dan akhirnya menyudahi pertandingan dengan kemenangan 5-3 setelah Leroy Sane mencetak gol.
Gol yang dicetak John Stones setidaknya sukses membuat penggemar Manchester City tak terlalu menyoroti performa buruknya di lini belakang. (Reuters / Lee Smith) |
"Saya senang bisa membantu Real Madrid memenangkan pertandingan lewat gol-gol menentukan di akhir pertandingan. Hal itu tak lepas dari semangat pantang menyerah yang ada dalam diri ini."
"Namun tugas utama bek adalah bertahan dan mencegah timnya kebobolan," ucap Sergio Ramos.
Stones harus ingat kalimat Ramos dan merenungi performa menyedihkan yang ia tampilkan di lini pertahanan bersama Manchester City. (har)
John Stones gagal menjaga pergerakan Radamel Falcao ketika mencetak gol pertama AS Monaco. (
John Stones gagal meredam aksi Radamel Falcao di laga lawan AS Monaco. (
Gol yang dicetak John Stones setidaknya sukses membuat penggemar Manchester City tak terlalu menyoroti performa buruknya di lini belakang. (