Simone Zaza dan Fabian Orellana membuat Stadion Mestalla bergemuruh. Hanya dalam kurun waktu sembilan menit, mereka mampu membawa timnya memimpin dengan skor 2-0. Pendukung Valencia bersorak gembira sedangkan suporter Real Madrid terdiam tak percaya.
Di awal-awal laga, Madrid langsung mengambil inisatif untuk melakukan tekanan gencar ke lini pertahanan Valencia. Los Blancos sadar mereka bisa memanfaatkan laga ini untuk memperbesar peluang mereka untuk jadi juara La Liga musim ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua gol Valencia itu sendiri terjadi lewat serangan di sisi kiri pertahanan Madrid. Tempat Marcelo berada.
Marcelo yang seharusnya menempati posisi bek kiri tak sedari awal membayangi pergerakan Munir. Alhasil, ia harus turun ke dalam kotak penalti untuk melapisi pertahanan di belakang Ramos.
Tetapi Munir tak memilih opsi untuk melakukan aksi individu dengan melewati Sergio Ramos. Munir memilih untuk melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti.
Varane yang jadi tumpuan di kotak penalti pun dikejutkan oleh aksi Zaza. Setelah menerima bola dengan kaki kirinya, Zaza melakukan gerakan berputar sambil melepaskan tembakan ke gawang. Proses gol ini terbilang sulit untuk dihalau oleh lini pertahanan Madrid karena gerakan Zaza tak terduga dan hanya berlangsung dalam hitungan detik.
Simone Zaza (kiri) membuat lini pertahanan Real Madrid kesulitan. ((Reuters/Heino Kalis)) |
Niat Varane dan Marcelo untuk naik membantu serangan malah jadi bumerang. Varane naik terlalu jauh membantu serangan hingga melebihi garis lini tengah. Sedangkan Marcelo juga sudah menunggu umpan jauh di depan.
Alhasil saat Varane kehilangan bola, maka di situlah bencana Real Madrid dimulai. Bola liar yang lepas dari kontrol Varane langsung diumpan ke Zaza yang berlari dari garis tengah lapangan. Zaza menusuk ke arah kanan pertahanan Madrid seolah mengindikasikan serangan bakal datang ke sana.
Zaza lalu memberikan umpan pada Nani yang bergerak naik. Ramos lalu terus berlari membayangi penyerang pinjaman Juventus itu. Daniel Carvajal pun sudah bersiap mengantisipasi gerakan Nani.
Real Madrid hanya mampu membalas satu gol lewat Cristiano Ronaldo. (AFP/Jose Jordan) |
Bukan hanya satu pemain yang berlari di sana, melainkan dua pemain yang berlari beriringan, Orellana dan Munir. Orellana pun dengan tenang menaklukkan kiper Real Madrid, Keylor Navas dalam duel satu lawan satu.
Selain kecerobohan Varane, kesalahan lain di balik gol ini adalah tidak sigapnya Toni Kroos untuk turun ke belakang membantu pertahanan. Padahal Orellana melakukan start lari lebih jauh dari Kroos saat serangan balik terjadi.
Namun gelandang asal Jerman itu justru hanya berlari kecil lantaran bola dioper Zaza ke arah kanan pertahanan Madrid. Mungkin Kroos menduga Valencia akan memusatkan serangan di sisi sebaliknya sehingga ia tak perlu turun membantu serangan.
Bila saja Kroos berlari sekuat tenaga membayangi Orellana, maka bisa saja hal Orellana tak akan semudah itu menceploskan bola.
Kehadiran Gareth Bale tidak membantu penampilan Real Madrid. (Reuters/Heino Kalis) |
Di kotak penalti, Varane pada akhirnya mampu membayangi Orellana dan coba melakukan blok dengan tekel-nya. Tetapi usaha tersebut telat satu langkah sehingga Orellana bisa melepaskan tembakan ke gawang.
Buruknya antisipasi Keylor Navas semakin mempertegas performa payah lini belakang Madrid di awal laga itu.
Tertinggal dua gol di 10 menit awal pada partai tandang jelas merupakan pukulan berat bagi Madrid. Mereka memang terus berusaha menekan Valencia di 80 menit sisa laga, tetapi Valencia sukses memberikan pelajaran pada Madrid tentang cara bertahan yang baik. (har)
Simone Zaza (kiri) membuat lini pertahanan Real Madrid kesulitan. (
Real Madrid hanya mampu membalas satu gol lewat Cristiano Ronaldo. (
Kehadiran Gareth Bale tidak membantu penampilan Real Madrid. (