"Pemain-pemain ini memang beda. Dia sudah mulai terbiasa dengan tidak makan makanan yang kurang disarankan seperti kerupuk. Mereka langsung bisa menerima," kata pria yang menjadi dokter timnas ini di sela latihan timnas di lapangan Karawaci, Tangerang, Kamis (23/2).
Lihat juga:'Gaya Melatih Luis Milla Mirip Indra Sjafri' |
Syarief menilai para pemain yang menjalani seleksi punya tingkat kebugaran yang bagus. Bahkan, semua pemain juga terlihat nyaman saat menyantap makanan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
"Mereka juga tidak mengeluh dengan makanan yang disiapkan. Semuanya dimakan. Saya cukup senang melihat kondisi mereka," kata salah satu dokter senior itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama tiga hari, para pemain mengikuti latihan sekaligus seleksi tahap pertama di Karawaci, Tangerang. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Hal itu dibuktikan saat menjalani seleksi selama tiga hari terakhir di bawah pelatih Luis Milla. Pemain terlihat tenang meski digembleng dengan program yang berat.
Pada pertandingan internal, semua pemain yang dipanggil turun. Mereka diminta menunjukkan kemampuan terbaiknya sebelum dipulangkan ke klubnya.
Hasilnya banyak pemain yang benar-benar maksimal, seperti Saddil Ramdani.
"Saya mulai bisa beradaptasi dengan program Luis Milla meski belum maksimal. Saya senang cara melatih Luis Milla. Yang jelas, sejak hari pertama saya berusaha menunjukkan kemampuan terbaik," kata Saddil usai latihan.
Pemain Persela Lamongan ini pada pertandingan internal mampu mencetak satu gol. Hanya saja, kata dia meski mampu membuat gol belum menjadi jaminan untuk masuk menjadi pemain timnas U-22 untuk turun di SEA Games 2017.
Syarif memang dikenal telaten menjaga asupan makanan para penggawa timnas. Hal yang sama juga dilakukan ketika skuat Garuda tampil di Piala AFF 2016. Bahkan, ia memilih untuk membeli minyak zaitun untuk digunakan koki hotel menggoreng menu makanan. (antara/jun)
Selama tiga hari, para pemain mengikuti latihan sekaligus seleksi tahap pertama di Karawaci, Tangerang. (CNN Indonesia/Andry Novelino)