Sembilan bulan setelah memberi Leicester gelar juara Liga Primer, Ranieri dipecat manajemen Leicester. Bagi Carragher, Ranieri tidak mendapat rasa hormat yang pantas didapatkannya.
Pemecatan Ranieri dianggap Carragher akan membuat Leicester kehilangan simpati. Mantan wakil kapten Liverpool itu yakin suporter tidak akan sedih jika melihat The Foxes terdegradasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak simpati untuk Leicester karena mereka sedang terpuruk di papan bawah liga, namun saya pikir sekarang tidak akan ada tangisan dari pihak luar Leicester jika mereka terdegradasi, menyusul keputusan ini. Leicester adalah tim kedua bagi semua orang, tapi sekarang tidak lagi."
"Orang-orang berpikir sebuah bencana jika klub mereka terdegradasi, tapi Leicester selalu menjadi klub yoyo. Leicester akan selalu jadi klub seperti itu, kondisinya tidak akan berubah meski mereka pernah menjadi juara Liga Primer," ucap Carragher.
Ranieri merupakan manajer tersukses Leicester sejauh ini setelah sukses membawa The Foxes menjadi juara Liga Primer Inggris musim lalu. Leicester saat ini berada di posisi ke-17 klasemen sementara Liga Primer, satu setrip di atas zona degradasi. (vws)