Mancini unggul dari nama-nama lainnya seperti Alan Pardew (kedua tertinggi), Nigel Farage, Roy Hodgson, Frank De Boer atau Tim Sherwood.
Sementara itu menurut Sky Sports, pihak The Foxes saat ini memang telah menghubungi Mancini untuk mencari tahu kemungkinannya kembali melatih di Inggris.
Mancini sendiri punya keterkaitan dengan Leicester karena ia pernah satu musim membela The Foxes di akhir-akhir kariernya sebagai pemain profesiona, pada 2001 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja masih ada proses panjang sebelum Mancini benar-benar menjadi pelatih, karena pihak Leicester sendiri belum mengajukan penawaran resmi dan baru melakukan pembicaraan awal.
Dalam jajak pendapat CNNIndonesia.com lewat Twitter, para pembaca pun memilih Mancini sebagai kandidat paling pantas menggantikan Ranieri di antara empat nama yang disodorkan. Dari 297 yang memilih, 60 persennya bahkan memberikan suara untuk Ranieri.
[Gambas:Twitter]
Ranieri dipecat ketika Leicester City berada tipis di atas zona degradasi, yaitu hanya berselisih satu poin di atas Hull City. Di laga terakhirnya, Ranieri menelan kekalahan 1-2 di markas Sevilla dalam babak 16 Besar Liga Champions.
Sementara di Liga Primer Inggris, Leicester baru merebut lima kemenangan sepanjang musim dan juga sama sekali belum mencetak gol pada tahun 2017.
Hingga saat ini belum ada nama yang diumumkan manajemen Leicester untuk menggantikan Ranieri.