Pria berusia 35 tahun itu datang seorang diri ke turnamen edisi keenam tersebut sebagai duta badminton dari tim Musica Champions.
Di industri hiburan, NOAH sendiri berada dalam ikatan kontrak label Musica Studio (Indonesia) dan Universal Music (Malaysia).
"Idola saya Chong Wei, tapi sayangnya tidak main," kata Ariel yang ditemui di DBL Arena Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/2) petang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap, sejauh ini masih dia (Chong Wei) yang saya idolakan," katanya menambahkan.
Kendati demikian, Ariel tampak menikmati menyaksikan pertandingan bulutangkis bersama tim Musica Champions. Ia juga serius mengamati permainan antara ganda putra tim Mutiara Cardinal, Hardianto/Ricky Karanda Suwandi melawan pasangan PB Djarum Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
"Saya kenal bulutangkis dari kecil, papa-mama dari dulu olahraganya itu. Mungkin ini olahraga paling gampang untuk dilakukan karena tidak perlu lapangan besar dan lain-lain," ucap Ariel.
Ini adalah kali ketiga Ariel datang ke Superliga. Sebelumnya ia juga hadir pada Superliga edisi 2014 dan 2015. Menurutnya, kejuaraan ini berdampak positif dan selalu menyedot animo penggemar bulutangkis.
"Ajang ini tidak boleh berhenti diadakan karena semakin lama semakin ramai saja. Mudah-mudahan dengan hadirnya saya, agak sedikit menambah gemanya," ucapnya percaya diri. (jun)