Milla tiba di Jakarta pada 8 Februari 2017 lalu tanpa sambutan dari petinggi PSSI. Ia telah menandatangani kontrak kerja sama sebagai pelatih untuk dua tahun ke depan.
Meski belum genap sebulan, Milla sangat menyukai Indonesia. Selama ini, ia sudah menyambangi sedikitnya lima lokasi di Indonesia yaitu Jakarta, Tangerang, Bumi Serpong Damai (BSD), Bali dan Malang.
"Satu bulan di Indonesia saya sangat bahagia. Tapi hal yang saya tidak suka itu macet. Selebihnya saya senang," kata Milla ketika ditanya apakah ia betah tinggal di Indoensia oleh wartawan, Selasa (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Luis Milla: Saya yang Adaptasi dengan Pemain |
Namun, pelatih yang pernah memperkuat Barcelona dan Real Madrid itu pernah kaget saat mendapati masakan dengan bumbu pedas ketika berada di Bali.
"Saya suka makanan Indonesia walaupun sedikit berbeda dengan di Spanyol. Tapi saya senang. Dua minggu lalu saya makan di restoran Spanyol dan lumayan enak. Menu-menu di restoran khas Indonesia juga enak walaupun pedas," ungkapnya.
"Termasuk untuk menyeleksi dan mempersiapkan latihan ini," terangnya.
Asisten pribadi Milla, Bayu Eka Sari Teguh menyebut pelatih 50 tahun itu kadang suka minta dicarikan restoran dengan cita rasa Indonesia. Termasuk sampai ke BSD yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya di Kawasan Karawaci, Tangerang.
"Dia (Milla) itu suka makan. Coba makanan-makanan Indonesia. Di Bali, walaupun agak pedas, tapi tetap dia makan," pungkasnya. (bac/har)