Hendra sudah pasti paham tipe permainan kedua juniornya di pelatnas PBSI Cipayung. Begitu juga Kevin/Markus yang sedikit banyak sudah mengantongi gaya bermain Hendra.
Meski demikian, keduanya bakal tetap waspada mengantisipasi setiap gerakan yang dibuat pasangan beda negara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Hendra/Boon Heong yang harus diwaspadai, karena persaingan di ganda putra selalu ramai. Bahkan tahun ini disebut lebih ketat jika dibandingkan tahun lalu.
Kondisi ini pun disebut Markus Fernaldi bagus untuk masa depan bulutangkis di dunia.
Markus optimistis semua pemain yang tampil di All England punya peluang sama untuk menang. Kevin dan Markus Fernaldi kini tampil sebagai jagoan ganda putra Indonesia setelah ganda putra andalan Merah Putih, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, berpisah awal tahun lalu.
Kevin Sanjaya sempat berpasangan dengan M. Ahsan di ajang Superliga 2017. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
"Peluang pasti ada terus. Tapi kan enggak bisa bilang yakin, nanti terlalu percaya diri. Kalau tidak yakin, nanti dibilang minder. Susah juga, pokoknya lakukan yang terbaik saja, enggak tahu hasilnya nanti seperti apa. Yang jelas semua pasti ingin jadi juara," jelasnya.
Markus sendiri merasa persiapannya sangat mepet dan terlalu sempit lantaran terlalu letih usai tampil di Djarum Superliga Badminton 2017 Surabaya. Kondisi cuaca panas di Surabaya yang diselingi hujan membuat kondisi fisiknya dan beberapa pemain lain jadi drop.
Begitu juga dengan Kevin yang disebut Markus kini sedang batuk-batuk. "Yang penting jangan sakit, makan yang bagus, vitamin, paling intinya jangan sakit dulu karena berangkatnya sudah besok," ucapnya.
"Anak-anak lain juga pada capek, bukan saya saja. Paling dipersiapan yang mepet ini, harus dimaksimalkan semuanya," pungkasnya.
(vws)
Kevin Sanjaya sempat berpasangan dengan M. Ahsan di ajang Superliga 2017. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)