Wei Jizhong kepada CNNIndonesia mengatakan, pihaknya belum mendengar adanya perubahan venue tersebut.
"Tidak akan ada perubahan. Semua sudah diputuskan di Corcom terakhir. Kalaupun ada, kami tidak bisa menerima itu," kata Wei Jizhong yang ditemui di sela-sela Rapat Delegasi Tehnik Asian Games 2018 di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dana, Wei Jizhong menyebut Indonesia tidak bermasalah. Ia menilai proses birokrasi dan prosedur yang membuat persoalan dana jadi seolah bermasalah.
"Kami, OCA akan membantu untuk mengurangi jumlah dana yang dibutuhkan. Masalah yang ada di Indonesia itu justru bukan uang, tapi birokrasi dan prosedurnya," sebut Wei Jizhong.
Ia pun meminta agar pemerintah segera membuat regulasi atau aturan yang bisa membuat aliran dana untuk Asian Games tidak rumit. Sehingga nantinya uang itu bisa langsung turun dari Kementerian Keuangan ke Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC).
Terpisah, Wakil Direktur Departemen Olahraga INASGOC Lukman Niode menjelaskan sebenarnya memang ada rencana pemindahan tiga nomor pertandingan dari Jakarta. Yaitu, basket yang diminta untuk dipindahkan ke Palembang, cabor balap sepeda nomor BMX ke Lubuk Linggau dan cabor selancar ke Pelabuhan Ratu.
Namun, hal itu juga masih akan dibahas di Coordination Committee Meeting (Corcom) keenam setelah sebelumnya meninjau venue di Palembang, Minggu (5/3). Pihak INASGOC juga akan berkomunikasi dengan OCA dan Gubernur Sumatera Selatan atas rencana tersebut.
"Sebenarnya sih OCA sudah tau soal rencana itu, tapi karena belum ada pemberitahuan secara resmi jadi mungkin belum dianggap benar informasinya," kata Lukman. (ptr)