Pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengakui penampilan anak asuhnya buruk saat kalah 1-2 dari PBFC di leg pertama. Ketika itu Persib kebobolan dua kali melalui dua gol sundulan Reinaldo Elias dan Patrich Wanggai. Sedangkan satu gol Persib dicetak Vladimir Vujovic.
"Semoga saja, penampilan kami tidak seburuk di pertandingan pertama di Samarinda. Harus diakui, para pemain tampil luar biasa buruknya, sehingga kami main kalang kabut hadapi Pusamania. Tapi, pemain kami sudah berjanji untuk memperbaiki penampilannya," ucap Djanur di Graha Persib, Kota Bandung, Sabtu (4/3).
"Pemain berjanji akan main pintar dan all out. saya pikir, memang harus seperti itu. Tanpa kepintaran akan percuma saja," sambung pelatih yang pernah menimba ilmu kepelatihan bersama Inter Milan di Italia tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang prediksi ini mudah, padahal tidak, kalau ingin lolos harus kerja keras dan kerahkan semua kemmapuan. Saya yakin, Pusamania pasti bertekad mengamankan kemenangan. Apalagi, lini belakang mereka bekerja sangat baik di Piala Presiden ini," ucap Djanur.
Sementara itu pelatih PBFC, Ricky Nelson, memastikan timnya sedang dalam kondisi 100 persen jelang pertandingan leg kedua melawan Persib. Ricky mengatakan tugas mempertahankan keunggulan 2-1 atas Persib.
Lihat juga:Menang Tanpa Kebobolan Sulit bagi Persib |
"Kami datang dengan keyakinan yang besar. Kami, ingin membuat sejarah baru di Piala Presiden. Kami sadar, itu tidak akan mudah. Persib terkenal ganas bila bermain di kandang," ucap Ricky.
"Mereka punya kecepatan dan determinasi sangat tinggi dan dengan didukung suporter yang luar biasa fanatiknya akan membuat Persib tampil berbeda," sambungnya. (har/kid)