Owi/Butet melaju ke putaran delapan besar turnamen tingkat super series premier tertua di dunia itu setelah menyingkirkan pasangan Jerman Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich dalam dua game langsung 21-12, 21-13.
Butet mengatakan permainannya dengan Owi lebih baik dibanding sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Owi/Butet yang menjadi pasangan unggulan kedua dalam All England 2017 tercatat menang sembilan kali dari 13 kali pertemuan sebelumnya dengan ganda Adcock.
"Kami memang masih memimpin dalam catatan pertemuan kami atas mereka. Tapi, kami tidak ingin lengah dan selalu menganggap tidak pernah bertemu sebelumnya," ujar Butet.
Butet menambahkan pasangan Adcock akan mendapatkan dukungan penuh dari para penonton karena mereka atlet tuan rumah.
Selain itu, pola dan teknik permainan pasangan Adcock juga akan bertambah untuk menghadapi lawan-lawan dalam turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu.
Pada All England 2016, Owi/Butet kalah dalam putaran perempat final dengan skor 18-21, 16-21 dari pasangan Adcock.
Owi/Butet menjadi harapan Indonesia pada nomor ganda campuran All England 2017 setelah empat pasangan lain Merah-Putih tumbang pada laga pertama.
Empat pasangan yang langsung kalah pada laga pertama adalah Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia, dan juara bertahan All England 2016 Praveen Jordan/Debby Susanto. (rah)