Asisten pelatih, Bima Sakti mengatakan, Milla ingin satu tim bisa menguasai bola selama pertandingan. Jika kehilangan bola, pemain lain harus secara kolektif merebut kembali bola dan melakukan penyelesaian akhir yang maksimal.
"Myanmar itu tim yang punya umpan dan sirkulasi bola yang cepat. Satu sisi, jika serangan tidak bisa tembus, pemain harus cepat mencari cara untuk melakukan serangan lain," kata Bima usai latihan timnas di Lapangan Sepak Bola Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci, Tangerang, Jumat (17/3).
Bima menegaskan, pola serangan yang bakal dipakai untuk melawan Myanmar masih tetap 4-3-3. Pasalnya, Indonesia bisa memanfaatkan pemain sayap yang punya kecepatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laga tersebut, menurut Bima, sang pelatih berpeluang merotasi pemain agar semua memiliki pengalaman bermain.
"Semua pemain antusias (jelang laga menghadapi Myanmar). Ini yang kami harapkan, tim butuh uji coba dengan tim yang selevel sebagai bahan evaluasi," kata Bima.
Lihat juga:Stefano Lilipaly Bantah Rumor ke Persib |