Dalam laga tersebut tim tamu berhasil menang 3-1, meski sempat tertinggal lebih dulu. Tim Indonesia yang melakoni laga resmi perdana di bawah asuhan Luis Milla itu sempat unggul dulu lewat gol Nur Hardianto pada menit ke-22. Namun, Myanmar tak menunggu lama untuk menyamakan kedudukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Febri Hariyadi salah satu pemain kerap mereportkan pertahanan Myanmar dari sisi sayap pada babak pertama.. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Berbeda dengan skuat Milla yang berisi para pemain U-22, Zeise hanya membawa 10 pemain U-22 ke Pakansari dalam laga uji coba tersebut.
Lihat juga:Pelatih Timnas Myanmar Puji Febri Persib |
"Pilihan bagus buat Indonesia. Dia punya pengalaman yang bagus, tapi dia butuh waktu untuk lebih baik," ujar pria yang menukangi timnas Myanmar sejak 2015 silam.
Milla memang bisa dikatakan lebih beruntung dibandingkan Zeise dalam hal karier sebagai pesepak bola maupun pelatih. Milla merupakan jebolan tim muda Barcelona. Sepanjang kariernya pun dia menghabiskan waktu bermain bersama tiga klub besar Spanyol yakni Barcelona, Real Madrid, dan Valencia.
Kemudian di tingkat timnas, Milla dikenal karena kiprahnya membawa timnas Spanyol U-21 menjadi juara Piala Eropa.
Bagaimana dengan Zeise? Selain mengantar timnas senior Myanmar ke semifinal Piala AFF 2016, juru taktik 64 tahun itu mampu meloloskan timnas level U-19 mereka lolos ke Piala Dunia U-20 2015.
Febri Hariyadi salah satu pemain kerap mereportkan pertahanan Myanmar dari sisi sayap pada babak pertama.. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)