"Kami sampaikan kepada pemain bahwa pertandingan ini merupakan sebuah pembelajaran yang bagus," kata Bima kepada wartawan di areal mix zone (lokasi wawancara pelatih dan pemain), Selasa (21/3).
Secara keseluruhan, Bima menilai kekalahan 1-3 yang dialami Indonesia dari Myanmar adalah masalah kekompakan. Itu lantaran pemain baru berkumpul bersama sekitar kurang dari dua bulan dan timnas baru terbentuk sekitar sepekan lalu.
Sedangkan Myanmar, sudah lebih dulu berkumpul bersama dan sudah terlihat lebih kompak di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah, pelatih Luis Milla mengakui semua pemainnya punya fisik yang tidak optimal. Itu terlihat di babak kedua di mana pemain terlihat sangat kelelahan mengejar bola.
Begitu juga soal pola permainan. Milla mengakui permainan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki yang dimintanya ke pemain tidak bisa diterapkan dengan baik.
"Itu (main dari kaki ke kaki) adalah ide saya dan style saya. Tapi permainan itu tidak bisa dipakai lagi di tim ini. Saya akan cari solusinya," ucap Milla.
Kendati demikian, Milla mengaku sudah menginstruksikan semua yang diperlukan selama pertandingan. Namun, hasil di akhir di lapangan adalah keputusan pemain sendiri, termasuk memainkan serangan dari sisi sayap.