Milla dan asistennya yaitu Eduardo Perez, Michael Gandia, serta Bima Sakti datang lebih awal ke lapangan. Ketiganya berdiskusi kecil sebelum pemain memasuki lapangan.
Milla juga sempat menyapa awak media yang hadir dalam bahasa Indonesia. "Selamat pagi," kata Milla yang disambut semangat para wartawan. Hujan deras yang mengguyur Tangerang sejak pagi tidak membuatnya membatalkan latihan.
Bertempat di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci, Tangerang, usai pemanasan, Milla langsung merancang latihan pola serangan dari sisi kanan. Pemain juga difokuskan untuk lebih bisa membuat peluang dalam kondisi ruang sempit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Indonesia berlatih di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, di bawah hujan. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
"Lebih keras passing-nya," teriak Bima meniru ucapan Milla yang masih meminta pemain untuk melakukan umpan-umpan pendek sebelum membuat serangan.
Begitu juga Hanif Abdurrauf Sjahbandi dan Febri Hariyadi juga tidak mengikuti semua sesi latihan yang diberikan Milla. Alasannya, lanjut Bima, keduanya bermain di 90 menit pertandingan melawan Myanmar sehingga membutuhkan waktu untuk memulihkan kondosi.
"Tadi (latihan) masih fokus transisi. Kemarin masih banyak kesalahan. Setelah merebut bola, passing, umpan satu-dua dan cepat memindahkan bola," kata Bima usia latihan, Kamis (23/3).
Milla disebut Bima belum melakukan banyak perubahan di menu latihan. Pasalnya, kekalahan atas Myanmar kemarin adalah proses dari sebuah latihan.
"Jika susah mencetak gol pada satu sisi, bisa pindah. Karena target gol ada dari banyak sisi," Bima menjelaskan soal tujuan dari latihan yang diberikan.
Timnas Indonesia berlatih di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, di bawah hujan. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)